Lagi…
Lagi-lagi aku kalah dalam pertempuran ini
Lagi-lagi aku dibutakan oleh deras riak-riak rasa yang menguasai
Lagi-lagi aku menyesal
tepat beberapa detik setelah ketidakmatangan itu terkirimkan
Berjuta tanya berteriak di usainya…
Mengapa kau lakukan itu!
Kenapa kau perbuat itu!
Ooooh Kasihku…Tolonglah aku…
Aku merasa begitu buruk
Aku merana dengan dosa
Aku nista dengan permainanku sendiri
Aku hampir saja putus asa dengan ujianmu ini
Aku benar-benar sekarat…aku…sekarat…sungguh sekarat…
Lagi-lagi aku menangisi kebodohan yang terus terulang
Menghinakan diri dengan kelusuhan yang sama
Apa artinya air mata yang terus kau peras saat akhirnya menyesali
Kau bertingkah lagi
Dan lalu kau menangis lagi
Kemudian bertingkah lagi
Dan masih juga menangis lagi
Penyesalan macam apa yang kau pilih itu?
OOhhh…Ya Allah,,,
Apa yang telah kulakukan…
Apa yang aku lakukan…!
Betapa aku telah begitu mengecewakanMu…
Mengecewakan diriku sendiri, aku benci!!!
Ayolah…
Tidakkah kau dengar!
Hatimu menjerit!
Ragamu sakit!
Jiwamu tercabik!
Merintih lelah oleh deru goda yang samar dan tak kasat mata
Sadarlah…kumohon…sadarlah…
bangun…bangunlah dari semua ini sayang…
Sudahi…Akhiri…Akhiri kebodohanmu!
Kendalikan…Kendalikan…Kendalikan…
kumohon kendalikan dirimu!
Sekali lagi…tak kan pernah jemu kumemohon, kendalikan…
Kendalikan dirimu!
Ken..da…li..kan…lah…
Sampai kapan…imunitas-mu ini dipertanyakan??
Hingga mana…benteng dirimu itu disangsikan??
Tidakkah kau merasa pedih,
Saat Syaitan menertawakanmu di depan wajahmu sendiri
Memperolok kadar imanmu dan meneriakkannya di telingamu
Tidakkah kau merasa tertampar,
Dengan kelemahanmu yang lalai menjaga hati
Kamu harus tegas!
Didiklah dirimu lebih keras!
Bukan ‘seperti’…tapi ‘lebih’ keras dari biasanya!
Sayangku…
jangan terlampau lemah menghadapi dirimu,
kenalilah batas kerentananmu sendiri…
pandai-pandailah memahami
sejauh mana kau mampu untuk tetap tegak berdiri
bertahan pada pijakan kakimu
sekuat apapun yang kau mampu terjagalah sebisamu
kerahkan seluruh tenagamu
berkeraslah!
memperjuangkan harga dirimu sebagai muslimah
yang beriman, berihsan, dan berislam
bukankah kau rindu dengan kebeningan itu, sayang?
Sayang…
Sadarilah dengan segenap kurang dan lebihmu
Bahwa waktu yang terbentang itu masih begitu panjang
Belum terhitung separuhnya kau lulus mengarungi,
Waspada…waspada…waspada…
Lihatlah syaitan telah mengincarmu dari segala penjuru
Jangan beri kesempatan mereka
Tuk memperbudakmu dengan nafsumu sendiri
jangan kau hinakan dirimu dengan mengabdi padanya,,,
lebih lagi jika kau bawa jiwa lain ikut terjebak kedalamnya…
Jadikanlah itu tantangan yang akan kau taklukan
Kalahkan mereka!
Jangan pernah menyerah… sekejap matapun!
Kuasailah…dan biarkan cintaNya saja yang bertindak…
Ya Allah, Engkaulah Pemilik kekuatan yang sempurna
Tiadalah kumohon lindung dan pertolongan selain daripadaMu
Jangan tinggalkan aku Kasih…
tetaplah ada disini…
disisiku
selalu…