Archive for September, 2008

The Original Song of Maltavista

Our Graduation...

Malagasiy:Our Graduation...

Malta Vista,,,
Kenangan indah tiada pernah usainya
Terikat kasih dan sayang
Jalinan penuh makna
Merenda persahabatan suka duka bersama

Malta Vista,
Diamku bukan arti tak cinta
Tidurku bukan arti tak bela
Sgala salahmu tak tanda pupuslah ukhuwah kita
Tak ada yang sadari, jauh di lubuk hati aku bangga

Malta Vista oh Maltaku…
Dedikasiku untukmu
Terjaga dirimu oleh jiwa kami yang bersatu
Tetap kokoh pribadimu selalu

Malta Vista oh Maltaku…
Ku kan slalu rindukanmu
Walau rintangan membentang walau godaan menghadang
Ku kan pasti tetap sayang kepadamu
Oh, Maltaku…

Comments (4)

Saat Kau Menyapa

silir angin membisik
dalam hening,
sampaikan sapamu Cinta

dan ku melihatnya
sedalam rindu yang kau rasa
melalui hati yang ku jaga
dengan ijinNya

dengarkanlah, Cinta
mereka beresonansi dengan indahnya
melantunkan irama megah
iringi tiap detik
yang selalu kuhitung
saat menantimu
di sini… di sisiku…

(Huhuhu…aku ni knapa… ko jadi  melloo banget.. huks..huks..!)

Comments (3)

Hingga Tiba Masanya…

selangkah lagi...

selangkah lagi...

karena menghitung hari hingga hadir saat itu

semua pun tampak merah jambu…

semoga takkan lagi menjadi kelabu…

terimakasih…

telah menghadirkannya

dalam ketulusan dan apa adanya

kala menikmati tiap detik yang bergulir

aku berkata dalam hatiku

belum pernah ada yang menganggapku istimewa seperti ini

karena demi Tuhan!Aku ini biasa saja…

sungguh ini sudah lebih dari cukup…

Comments (1)

Senja di Akhir Sya’ban

perjalanan masih panjang... saatnya melihat ke depan dan pulang...

perjalanan masih panjang... saatnya melihat ke depan dan pulang...

senja tersenyum anggun bersama semburat jingga dan merah tua

hadirkan untukku rangkaian slide yang terekam sepanjang perjalanan hidupku

aku terhenti bersama dahan akasia yang tak lagi melambai

meneliti barangkali ada yang luput kuamati.

sejauh ini, apa saja yang telah terjadi…


tak ada yang salah dengan masa lalu

kuharap aku akan selalu berpikir begitu

meski sisi manusiaku malu


berpikir,

begitu ruah melimpah kasih telah tercurah

meski seringkali sengaja berpaling muka

tapi tetap saja ada cinta

gundah,

menjadi takut aku jadi tak pandai bersyukur

seperti senja…

yang ingin segera mengakhiri siang namun resah menyambut keindahan malam

aku kaku di antara sebuah akhir dan awal

seperti apakah cahaya di balik gulita langit itu

ku dengar begitu menawan

tapi aku ragu mencari tahu

seperti meninggalkan Sya’ban yang berarti menyapa Ramadhan

sebuah suka cita bagi siapapun yang rindu limpah kasihNya

tak pantas lagi mengulur waktu

aku pun bergegas

menari bersama irama yang telah terbiasa menjadi melodi hidupku

Leave a Comment