KaTaKan aKu PuN LeLaKi,,,

Apakah ada yang seperti ini

Kan selalu hadir sebagai bayang-bayang

Katanya sama saja seperti pecundang

Yang kalah sebelum berperang

Tahu jawabnya hanya membuat diriku benci

benci pada diri dan merasa bodoh sendiri

Atau malah sebaliknya?

buatku bangga karena berbeda?

Sehingga ku jadi istimewa? 

Perempuan mana yang tertarik dengan rasio

nampaknya seperti terdengar,

Lelaki mana yang tak berpikir dengan rasio 

Tapi bolehkah sekali ini saja ku jadi lelaki

Kupakai otakku dan mengabaikan keabstrakan rasaku

Karenaku butuh berlindung dari luka itu

Menjadi kokoh dan tak peduli walau dilupakan

Tetap mengeras walau tahu sebuah ruang

mungkin takkan pernah ada

Aku ingin tetap tegak di barisan depan

Seperti lelaki yang pantang berperasaan 

Aku tertantang

Dan akan kubuktikan

Bahwa takkan pernah ada keluhan

Mengurai air di pelupuk hanya mengundang kelemahan

Kau harus tahu aku tidak lemah!

Tidak akan! 

Tapi sesosok bayang

Tak sedikitpun berminat dengan pengakuanku

Bersembunyi dalam gelap

menertawai membiarkanku bernyanyi semu

Rautnya mencibir meragukanku

Dia menyeringai

Lalu melemparkan sapu tangan putih biru di depan wajahku

Sebelum akhirnya menghilang

Dan meninggalkanku dalam kegamangan

Aku berdiri angkuh dan genggam erat sapu tangan itu

Mataku memerah marah

Memandang dendam ke arah sirnanya sang bayang-bayang

Tapi tubuhku tetap saja menggigil pilu 

5 Comments »

  1. maskarina said

    dduuhh… alidina,tetep suka bersyair-syair..
    hehehehe..

    dikumpulin bisa jadi buku nih,amin

  2. ikhwan said

    “Seperti lelaki yang pantang berperasaan ”

    iya gitu….????

    main ya ke blog saiah…

  3. tanJabok said

    Apakah ada yang seperti ini

  4. alids said

    kadang ..
    kita perlu memaksa untuk sebuah masa
    bahwa harus ada yang seperti ini^_^

  5. alfikr said

    Tidak ada manusia yang diciptakan sempurna. Kekurangan satu orang pasti dapat dilengkapi oleh kelebihan orang lain, dan demikian pula sebaliknya. Begitu pula wanita dan pria. Determinasi dengan rasio dan perasaan yang saling berbeda komposisinya antara wanita dan pria adalah wujud kasih sayang Allah untuk menciptakan kesempurnaan dari pribadi-pribadi yang tidak sempurna.

    Setuju ga din? hehe

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment