Masa lalu mengajariku…
Agar kini, kupeluk cinta yang datang menyapa itu dengan lebih sederhana…^_^
Ya… sederhana saja, sesederhana naluri induk pipit yang menyadari bahwa anak-anak yang sejak menetas dirawatnya dengan penuh kasih itu kini telah mahir terbang dan akan segera pergi meninggalkannya…
Ya… sederhana saja, sesederhana bibir pantai yang dengan besar hati menyambut ombak yang datang dan pergi sesuka hatinya…
Ya… sederhana saja, sesederhana pohon rindang yang kesepian di tengah sahara dan dengan tulus memberi keteduhan bagi musafir yang selalu berganti setiap harinya…
Ya… cukup sederhana saja,
Karena aku ingin mencintaimu dengan sederhana…
Sesederhana isyarat yang tak pernah terkata dan hati yang tak pernah henti berdoa…
“Kak Ali, kalo aja hati yang sedang biru bisa diganti dengan warna merah, kayaknya aku bakal cari warna merah dimanapun dia, atau warna yang lebih indah, sekedar untuk penutup lara…”
“Kak Aldin, kadang aku merasakan sedih dan senang dalam waktu yang bersamaan, yaitu saat aku menyadari aku hanya bisa mengijinkan diri ini cukup sebagai pemuja rahasianya saja…”
“Al, andai gue punya kesempatan sekali lagi, gue tetep bakalan bingung kemana hati ini bakal gue bawa…”
“Lids, menurut kamu, apa sih yang harusnya dilakuin sama orang yang lagi jatuh cinta?kenapa rasa cinta itu bisa begitu rumit dan sangat melelahkan?”
“Gimana ya Din, abis gue ga ada rasa sih sama dia. Tapi dia tuh yang perhatian gitu. Yang bikin gue tambah bingung, giliran kalo dia lagi ga kontak, gue ngerasa ada yang ilang gitu deh. Jujur emang rasanya asyik gitu ada yang ngefans…”
Yah, itulah sedikit dari begitu banyak kalimat yang pernah kujumpai di sekelilingku, bukannya mudah untuk menanggapi saat sahabat-sahabatku ini menyampaikan maksudnya, karena aku menyadari, aku sedang berbicara dengan orang yang sedang jatuh cinta, orang yang sedang luka karena cinta, orang yang sedang bimbang karena cinta, yang sedang mewarna hidupnya oleh lukisan cinta.
Cinta, begitulah anugerah indah dari Allah Yang Maha Luas cintaNya ini dinamai. Kadang rasanya rumit sekali berurusan dengan yang namanya cinta ini, karena dalam maknanya tidak hanya sekedar melibatkan kesatuan inderawi, tapi juga rahasia hati yang demikian misteri. Orang bisa menjadi sangat peka, sensitif, saat berinteraksi dengannya. Yang aslinya garang kayak preman bisa jadi halus selembut gula bubuk(gula bubuk?hwahaha… abis biasanya kalo ga salju, sutra, biar beda aja, biasanya yang beda-beda itu orangnya keren!!hyak..hyak..!^_^), yang tadinya ibarat putri Solo bisa jadi galakk ga ketulungan.
Tapi Hei Sobat, ayolah, mengapa tidak kita jadikan ini menjadi lebih sederhana. Bukan maksudku menggampangkan hal sulit yang sedang kita hadapi, setiap orang berhak untuk merasa rumit, setiap orang boleh untuk merasa merana, tapi percayalah, sesuatu itu menjadi demikian bermasalah karena persepsi awal kita yang menganggapnya unsolved.
Sobat, pertama yang harus kita tanamkan adalah segala sesuatu itu memiliki penyelesaiannya masing-masing, insyaAllah ga ada hal yang ga bisa diatasi karena sesungguhnya dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan. Allah tidak akan memberikan pada kita liku yang tidak bisa kita pecahkan.
Saat masalah cinta ini datang menyapa, jangan pernah terkuasai olehnya, jangan juga kemudian lari darinya, karena kita tak kan pernah bisa lari dari warna yang telah digoreskan. Tapi biarkan kita menjadi pengendalinya, dan bukan sebaliknya…
Bagi yang sedang jatuh cinta,
Tak perlu menyalahkan diri telah terjerumus dalam hal seperti ini, bukan salahmu memiliki rasa itu, bukan salahnya menjadi begitu mempesona bagimu, bukan salah mereka yang juga terpesona olehnya, bukan pula salah siapapun yang menjembatani semua itu, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang selalu mencari kambing hitam atas hal yang membebani diri karena memang tak pernah ada yang salah karena ini, semua sedang menjalankan perannya masing-masing, semua sedang melewati alur ceritanya masing-masing, dan akhirnya hakikat kesemuanya hanyalah berinduk pada iradah Allah semata.
Lalu mengapa kita begitu lelah sekali merasakannya?
Rasa lelah itu berasal dari paduan komponen psikis dan komponen fisik dari tubuh kita. Komponen ini berupa anxiety yang berasal kerja Limbic system yang memerintahkan kerja hormonal yang kemudian memacu Susunan Saraf Otonom melalui mediator catecholamine, hiperaktivitas SSO dan ketegangan motorik inilah yang menyebabkan kita menjadi sangat lelah. Kita menjadi takut kehilangan, takut dia menjadi milik orang lain, kita berusaha untuk tampil sempurna di depannya, kita memaksakan diri mempunyai kesukaan yang sama dengannya, kita berjuang keras memutar otak bagaimana agar dia juga memiliki ketertarikan yang sama. Berusaha sedemikian hingga dia menjadi yakin bahwa kita lah orang yang tepat untuknya.
Aku percaya sebagian dari kita kadang merasa benci dengan diri yang paranoid seperti itu, kadang kita pun merasa risih menjadi norak seperti itu,aaarrrrrggghhhh…!!!! tapi lagi-lagi pikir dan laku demikian tak bisa juga kita hindari.
Hmm…Tak perlu merasa bodoh jika kita memang seperti itu, tenang saja sobat, ini sangat manusiawi, and you’re not the only one ‘_^ hampir semua orang melalui fase seperti itu meski hanya sekilas dan tak terasa. But well, Hanya saja kita perlu meninjau kembali bahwa kecemasan-kecemasan seperti itu sangatlah tidak perlu, seberapa lamakah ketidakjujuran akan mempertahankan kebahagiaan yang semu? seberapa besarkah ketidakaslian menyanggah sebuah bangunan di atasnya? Lalu bagaimanakah cara diri yang terlalu memaksa dapat menerima realita jika pada akhirnya semua tidak sesuai apa yang diharapkannya? sedangkan telah menjadi sunahNya bahwa kadangkala kenyataan yang terjadi tidak selalu sesuai dengan keinginan.
Santai lah guys…Go with the flow…
awalnya kita harus yakin dulu bahwa jodoh adalah semata rahasia yang Allah Simpan hingga saatnya tiba. Ikhlaskanlah padaNya, bergantunglah, dan berserah dirilah, yakinlah kita akan dipilihkanNya penyeimbang yang terbaik bagi diri kita, orangnya boleh jadi dia yang sekarang sedang kita sukai atau boleh jadi juga orang lain, kita takkan pernah tahu sebelum Allah Menyibaknya untuk kita;
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kau menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu, Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui QS.02:216
(Nyessssss…wuiihh..manstab bener nih ayat, sakti dah pokoknya!)
jadi jangan terlalu berharap sehingga jika gagal (red-bertepuk sebelah tangan) tidak akan terlalu menyakiti hatimu, memang akan menyakitkan, tapi insyaAllah tidak seterlalu menyakitkan seperti saat kita over All Out.
And Be Yourself!tidak perlu mengada ada yang tidak ada dan meniadakan yang sudah ada. Apa adanya aja lah, you are your own self. Janganlah menutupi kekuranganmu, dan janganlah menyamarkan kelebihanmu, bersikaplah wajar sebagaimana kita harus bersikap semestinya.
Jadilah pejuang cinta yang jujur, santun, dan tidak meledak-ledak. ga perlu menjadi agresif karena keagresifan hanyalah privilege yang kita persembahkan special bagi suami/istri kita tercinta dan keagresifan kita adalah hak totalitas baginya dan tidak boleh dibagi-bagi(hwehehe…yang ini kita bahas di lain artikel ajah yah…ntar abis kelar kuliah Sexology, biar komplit!tapi inget, khusus dewasa! ‘_^)
Bukanlah sebuah kehinaan menjadi seorang jomblo. mempertahankan kejombloan hati saat ia diliputi jatuh cinta adalah sebuah jihad yang luar biasa, kita belajar menjaga apa yang menjadi hak seseorang yang telah Allah Persiapkan untuk kita, walau dengan susah payah. Itu adalah sebuah kemuliaan yang tak terharga nilainya, dan kita sudah sepantasnya bangga karenanya…bukan sekedar menjomblokan status, tapi juga menjomblokan hati, menahan diri dari interaksi yang tidak perlu, menahan diri dari keterlibatan yang tidak berkah. Berharaplah untuk tak menyapa sebelum waktunya. Jangan dulu dipetik bunga sebelum kembangnya. Well, Kadang dengan seperti itu kita akan merasa ada sesuatu yang hilang, tapi memang begitulah skenarioNya untuk membersihkan hati kita sampai datang saat yang tepat
Jangan pernah lupa bahwa ada yang Berhak kita cintai lebih dari segalanya, cinta teragung itu hanyalah patut dipersembahkan untuk Allah Semata, semoga cinta kita kepada makhluk takkan pernah menjadi lebih dari cinta kepada Khalik, dan semoga ia cintakan kita pada hamba yang juga mengutamakan cinta kepadaNya…
Nah ini salah satu alternatif dari sekian banyak yang bisa kita lakukan sebagai bentuk dari kebergantungan diri kita padaNya. Tau doa Rabithah kan? sangat bagus untuk diamalkan…^_^
Buat yang lagi patah hati,
Mari kita cermati dulu beberapa hal ini bersama-sama,
Kita bukanlah orang yang paling menderita sedunia hanya karena patah hati,
kita bukanlah orang yang paling kasihan sedunia hanya karena putus cinta,
kita bukanlah orang yang paling jelek sedunia hanya karena cinta yang tak berbalas,
kita bukanlah orang yang paling ga pantas dicintai sedunia hanya karena satu orang yang ga beruntung mendapatkan kita(hahaha… ^ – ^v)
kenapa aku mengawali lembar patah hati ini dengan beberapa kalimat di atas? coz most of mereka yang patah hati akan merasakan hal-hal seperti ini, dihantui saat-saat merasa menjadi orang yang paling ga guna, merasa terbandingkan, paling bad luck, paling merana, paling hina, pokoknya paling yang jelek-jelek deh. Isinya di kepala tuh negative thinking aja, belom ditambah air mata yang ga berhenti-henti ngalir, dengerin lagunya yang mellow-mellow, nangisnya reda sedikit giliran ngeliat benda atau acara tv yang identik dengan yang bersangkutan dari mulai merek sandal jepitnya sampe bentuk tahi lalat yang sama bikin ‘mbrebes mili’ lagi, walah…pokoknya melankolis excessive stadium akut deh.
STOP!!!!cukup segitu aja yah, cukup segitu aja jalan di tempat tanpa menyadari orang lain sudah berjalan jauh di depan bahkan berlari. Cukup segitu aja menjadi bagian dari orang-orang kalah yang hanya bisa meratap dan menangisi. Cukup segitu aja bersembunyi dan menambah kesakitan hati setiap detiknya.
Karena waktu tak kan selamanya menunggu…
Karena bumi tetap akan terus berputar…
Karena bayang-bayang dan hujan semakin sibuk bertasbih…
Karena Malaikat akan terus mencatat…
Karena dunia menunggu kita berbuat…
Hidup kita belum berakhir sobat,
Masih banyak hal yang harus kita lakukan, masih banyak tugas yang belum kita selesaikan, masih banyak orang-orang yang kita sayangi menanti kado kita setiap harinya, akankah kita mengabaikan semua itu hanya karena masa lalu yang tak akan pernah kembali? Akankah kita rela melewatkan saat-saat indah yang harusnya bisa kita nikmati hanya karena keterpurukan yang hanya pada akhirnya akan menyesatkan?boleh kita bersedih, boleh kita kecewa, karena kita juga manusia yang punya rasa, tapi alangkah baiknya jika kesedihan itu kita ekspresikan sewajarnya saja, karena Allah pun tak kan Menyukai yang berlebih-lebihan.
Nah, hal selanjutnya yang kita tanamkan adalah yakinlah bahwa elegi yang dituliskanNya pada kita ini bukan tanpa maksud, tidakkah kita lihat ada cahaya indah yang memancar dibalik kejutan ini, sekali lagi kita diberi kesempatan untuk merengkuhnya, dan jangan dilepaskan lagi, mari kita memandang dari sisi indah dari setiap peristiwa karena setiap yang berasal dari Allah hanyalah keindahan dan kebaikan semata…
Lalu mari kita buat reformasi besar-besaran dalam hidup kita, kita benahi mana yang salah, menata kembali yang berserakan, merapikan lagi yang berantakan. Melakukan setiap hal yang dirasa perlu bagi proses recovery kita.
Mendekatlah kepada Dzat Yang senantiasa Melindungi dari kerapuhan, Yang Maha Mendengar doa-doa, Yang Maha Pengertian, datang ke majelis-majelis dzikir, majelis-majelis ilmu, dan Bacalah buku-buku yang bermanfaat dan membangun.
Minta dan datangilah orang yang kita percaya untuk menasehati, karena saat seperti demikian adalah saat yang sangat labil bagi psikis kita, kita butuh merefresh alur pemikiran yang anggap saja sempat kacau beberapa saat, bisa pada orang tua kita, guru kita, kakak kita, sahabat kita, siapapun sebanyak-banyaknya.
Bersilaturahmilah, mengunjungi sahabat lama, mengunjungi guru-guru kita saat di SMP, SD atau bahkan di TK, mengunjungi bapak2 yang dulu jadi penjaga sekolah di SD kita, atau Ibu2 penjual jamu yang sering jadi langganan tetap kita di SMP, tentu mereka akan sangat senang sekali kita kunjungi, dan tanpa kita sadari kesenangan itu akan menular pada diri kita. ^_^
Berbuat baiklah kepada setiap orang di sekeliling kita, membonceng dosen yang kita dapati sedang berjalan sedang kita naik kendaraan, menyeberangkan adik kecil yang kesulitan,mendahulukan orang lain ketika antri di toilet,dan lainnya. Berbuat baik akan menimbulkan rasa tenang dan bahagia tersendiri dalam diri kita.
Sapu racun dalam pikiran kita, pikiran-pikiran negative secara harfiah akan meracuni tubuh, menyebabkan perubahan-perubahan kimiawi dalam badan kita yang dapat mengarah pada depresi dan mempengaruhi system imun dan kesehatan kita.
Berpikir optimis dan berlagaklah bahagia saat terpaksa kesedihan itu teringat. Optimis adalah sesuatu yang bisa kita pelajari, kita bentuk melalui pikiran kita dengan niat dan semangat untuk pulih, orang yang optimis akan lebih focus untuk memecahkan masalahnya. Sedang berlagak bahagia dengan memikirkan hal-hal positif adalah cara memancing umpan balik emosional kita, hal ini berpengaruh terhadap aliran kimiawi yang membuat level serotonin (hormone pemicu rasa gembira) meningkat.
Kembangkanlah skill kita seluas-luasnya, buat diri ini menjadi bermanfaat, sibukkan diri dengan hal-hal positif. Menyusun agenda kegiatan kita setiap harinya agar lebih terstruktur dan terencana.
Dan terakhir, tersenyumlah… tersenyum lebih sedikit menggunakan kerja musculi daripada cemberut. Dengan tersenyum kita bisa merangsang otak kita untuk memberi feedback pada hormone agar mencetuskan perasaan bahagia…selain itu dengan tersenyum kita bisa membahagiakan orang lain dan meyebarkan kebahagiaan kepada setiap orang di sekeliling kita, berpahala kan??
Nah, lebih daripada semua itu, energi yang dimiliki oleh seorang yang bermasalah dengan cinta adalah energi yang sangat besar, alangkah bijaknya jika kita mengalihkan energi yang sangat potensial itu kepada hal-hal yang positif,dan insyaAllah outputnya pun akan luar biasa besar dan manfaat, bahkan kita sendiri akan tercengang ternyata kita bisa melakukan hal seistimewa ini,okey… ‘_^
Bersyukurlah kita kepada Allah karena telah Memberikan pengalaman berharga yang tak semua orang memilikinya serta diberikan petunjuk untuk mensikapi ini dengan indah, semoga kita tergolong hamba-hambanya yang sabar dan pintar mengambil hikmah di setiap peristiwa
Seorang bijak berkata;
cinta yang benar adalah cinta yang membuatmu menjadi lebih positif, jika tidak, well, maka sebaiknya kau berpikir ulang karena mestinya ada yang salah dengan niat dan cintamu…
Ya… cukup sederhana saja,
Karena aku ingin mencintaimu dengan sederhana…
Sesederhana isyarat yang tak pernah terkata dan hati yang tak pernah henti berdoa…
Sesederhana rasa saat tiba-tiba ia datang setelah semua ribuan sayat yang menyedihkan, lalu diri ini menjadi mulai terbiasa dengan hadirnya…
Sesederhana rasa saat tiba-tiba pula ia menghilang tenggelam dalam tangis tanpa air mata, dan senyum dibalik berjuta tanya…
Sesederhana rasa saat tiba-tiba ia datang kembali membawa makna istimewa
Sesederhana rasa saat diri ini ingin mengajari hati sebuah keikhlasan ketika dia nanti pun kan kembali menghilang tanpa permisi
Sesederhana rasa saat jika diri ini tak lagi mendapat celah di sebuah sisi hati…
Sesederhana rasa saat jika setiap kata hanya kan berakhir di telinga kiri
Sesederhana rasa saat diri ini rela menjadi terlupa dan hanya bisa mengenangnya sendiri
Sesederhana rasa saat diri ini menjadi lega saat di kejauhan kulihat kebahagiaan kini mulai menjadi miliknya
Ya… cukup sederhana saja,
Karena aku ingin mencintaimu dengan sederhana… , ^_^
Untuk gadis,nita,tria,tiara,ajeng,jeje,lya,achi,ino,iqbal,nanda,bani,rizky,elvin,lala,fatnan,
dina,maisya,kani,ambhar,ogi,ratih,sarah,tina,faza,mas bowo,riris,seseorang di utara,seseorang di selatan,seseorang di barat,seseorang di timur,someone in somewhere.dan semua orang, Terimakasih telah memberikan inspirasi…
Kecintaanku pada mereka, sahabat-sahabatku yang baik ini, menjadi salah satu alasan mengapa akhirnya kubuat juga artikel ini setelah sekian lama bersembunyi dan berpikir entah sampai kapan akan selesai berkompromi dengan diri sendiri,maafkan aku yang terlalu lama melewati fase itu, fase yang sangat melelahkan sehingga membuat kalian begitu repot menunggu…
Nuriyah said
yaa cintailah secara sederhana
karena semua adalah milik Nya
saya rasa kalo kita bisa mencintai sesuatu apapun itu secara sederhana gak akan ada orang terluka, gak ada kata putus asa, gak ada orang bunuh diri
yang pasti hidup akan lebih berarti jika kamu bisa menyikapi semuanya dengan cinta yg sederhana
cimol said
thanks ya atas artikelnya….
berguna bgt bg ku saat ini..
alids said
sama-sama, rini..
semoga bermanfaat ^^