Archive for November 12, 2007

mY oNLy HoPe aNd PraY

berhubung pas hari Minggu nanti aku ga bias OnLine karena aku harus ke jogja bantu2 keluarga disana jadi tukang,ngangkutin bata,beresin puing2,sama apa aja deh yang aku bias Bantu,jadi aku korupsi hari ultahku di blog ini dua hari sebelumnya yah?plis..jangan dilaporin ke KPK.hyak..hyakk..!

aku terinspirasi mengkorup dari Bang Reza yang ngucapin ultah buat aku kemaren,parahan dia

kan

korupsi 3 hari..takut lupa katanya,he2..gapapa..thanks ya Bang,Always Be ACTIVE with CIMSA!okey..lets check this Out!

July 30, 2006:AllaH GiveS coloRs eVeRywHeRe,,,

Alhamdulillah, segala puji dan cinta yang special melulu luruh hanya untukMu Kekasihku,

Kasih yang tak pernah lekang,

Mesra yang tak akan hilang,

Sekali lagi, Kau ijinkan kulewati satu bilangan hidupku. Dan semakin berkurang sisa waktuku membentang sauh di bumi agungMu, semakin dekat pula masa itu, masa yang selalu kurindu, masa perjumpaanku denganMu Cintaku,

Dua dasawarsa sudah ruh dan jasad yang berpadu dalam diriku ini mengembara, menikmati indah cintaMu di setiap alunan masa yang melenggang dengan anggunnya, mewarnai lembar kisahku dengan warna-warna menawan, yang setiap detiknya semakin membuatku terpesona akan keagunganMu yang tiada dua.

Kadang Merah, kadang kuning, kadang jingga, kadang biru, kadang hitam, kadang hijau, kadang kelabu, kadang putih, kadang ungu, kadang merah jambu

apapun warnanya, semoga senyum dan semangat ini senantiasa merekah menyambutnya…

apapun warnanya, semoga rasa cinta teragung ini membuat lelah dan gundah menjadi tak terasa adanya…

apapun warnanya, semoga nurani ini jeli memakna pesan cinta yang Kau Simpan di setiap celahnya…

apapun warnanya, semoga tak sekali-kali berani menghapus

asmara

dan pasrah serahku yang hanya padaMu, hanya padaMu saja Kasihku…tiada lagi yang lain…

Wahai Kekasihku,

Lihatlah yang telah Engkau Sedia untukku hingga detik ini,keimanan padaMu ini, keluarga yang sangat membanggakan ini, sahabat-sahabat yang sangat baik dan pengertian ini, napas kehidupan di sekitarku yang penuh pembelajaran ini, kejutan-kejutanMu yang mendewasakan ini, semua ini…

bagaimana bisa aku menjadi sangat bodoh jika tidak bersyukur padaMu, sedangkan semua yang Kau Berikan untukku begitu ruah, terlalu melimpah, betapa banyaknya Ya Allah, takkan pernah terbayarkan walau aku bersujud seribu kali…sungguh aku tak mampu beralasan lagi untuk tidak merasa bahagia…

aku semakin malu…malu sekali Ya Allah, Engkau Memberikan Lautan cinta tanpa terkira sedangkan aku…terus saja MengecewakanMu,

Maafkan aku Kasihku, ampuni aku…Jangan lalu Kau Menjauhiku, Jangan kemudian Kau Biarkan sesat diriku, Mendekatlah Kasihku, Mendekatlah sedekat-dekatnya, dalam kedekatan yang tak bersekat…,

Lindungilah jasad dan jiwaku dari kedurhakaan padaMu, Penuhilah hatiku dengan cahayaMu yang tiada pernah padam, selamanya…

Selamanya Cintailah aku…aku yang hanya kan menjadi lemah tanpamu ini…

Teruntuk kedua orang tuaku,

Kerut usia di wajahmu itu menggambarkan berjuta kearifan yang telah membentuk dan menempa diriku hingga saat ini, lisanmu dengan penuh kasih kan bertutur menasehati kala ku ragu berada diantara pilihan, binarmu dengan penuh sayang kan terus menyemangati kala ku mulai putus asa dan patah arang, pelukmu dengan penuh cinta kan selalu terbuka kala ku mulai lelah dan butuh tubuh hangat tuk bersandar, tangan lembutmu kan senang hati menyeka kala ku mulai menangis dan merengek seperti balita.

Wahai Bapak Ibu Tersayang…

Terima kasih atas seluruh cinta kasih yang tak pernah lelah kau curahkan,melalui ridhaNya semoga semua itu menjadi amal shalihMu yang tiada putusnya, tabunganmu yang berlipatganda di yaumul hisab nanti…

Semoga ku kan selalu bisa buatmu bahagia, semoga ku kan

selalu menjadi putri yang buatmu bangga, semoga ku kan

selalu memegang teguh kesahajaan yang senantiasa engkau ajarkan, biarkan aku mengabdi padamu, biarkan kubasuh kakimu dengan kemuliaan…

Teruntuk adik2ku sayang,

Zairullah Mighfaza,

Zilfa Shofi Ibrani,

Nabhan ‘Athou Rabbani.

Sebuah kebanggaan untukku melihat kalian tumbuh setiap harinya. Selalu hanya kebahagiaan yang kutemukan kala kujumpai kalian di depan mata. Lelah ini menjadi hilang karena tawa, tangis ini menjadi reda dengan canda, gelisah ini menjadi sirna oleh cinta.Semoga keshalihan tetap menjadi milik kalian, semoga Allah senantiasa Melindungi dan Menerangi hati kalian. Semoga aku kan selalu bisa menjadi kakak yang kalian banggakan, semoga aku kan selalu bisa menjadi teman yang menyenangkan bagi kalian, semoga aku kan selalu bisa menjadi tempat yang nyaman tuk berkeluh kesah bagi kalian,,, tetaplah berjuang dan nikmatilah keindahan elegi yang Allah Berikan setiap kalinya mata kalian terbuka,, adik2ku sayang…

Teruntuk sahabat2ku yang baik,

Terima kasih telah meminjamkan bahumu untuk bersandar, terimakasih telah memberikan pelukmu untuk menangis, terimakasih untuk motivasi yang selalu memberi efek yang sangat mengagumkan, terimakasih untuk setiap pengertian yang sangat menenangkan, terimakasih untuk setiap keindahan saat berbagi suka dan duka, terimakasih untuk saling mengingatkan saat diri mulai menyimpang, terimakasih untuk canda tawa yang menyenangkan, terimakasih untuk cerita2 indah yang kita rangkai bersama setiap harinya…

Semoga aku kan

selalu bisa menjadi sahabat yang baik bagi kalian…

Semoga aku bisa menjadi sahabat yang membukakan pintu sebelum engkau mengetuknya

Semoga aku bisa menjadi sahabat yang menunggu sebelum engkau bilang”tunggu sebentar…”

Semoga aku bisa menjadi sahabat seperti yang engkau harapkan…

Sejauh apapun jarak dan waktu memisahkan, Janganlah pernah lupa bahwa aku sangat menyayangimu…

Teruntuk semua orang yang telah mengajariku sesuatu, baik yang menyadarinya atau pun tidak, baik yang mengenalku atau pun tidak,terimakasih atas semua pembelajaran yang bermakna, terimakasih atas hikmah yang mengalir di setiap halnya, semoga Allah senantiasa Melimpahkan berkahNya bagi kita semua…

Teruntuk semua orang yang pernah terluka hatinya olehku, baik yang kusadari ataupun tidak, baik yang kukenali ataupun tidak, kumohon maafmu bagiku,karena tiada manusia itu sempurna, pula diriku yang menjadi tempat khilaf dan alpa, semoga Allah senantiasa Mengampuni kita semua…

Teruntuk semua orang yang telah dan sedang menjadi bagian dari cerita hidupku, terimakasih telah menyemarakkan warna-warna kisahku, terimakasih telah menjadi bagian dari proses diriku, entah bahagia ataupun duka yang engkau tinggalkan untukku, insya Allah semua akan berakhir dengan indah, karena aku yakin karena Allahlah Yang Menghendaki semuanya,kita semua memang harus berproses seperti itu, kita dididik untuk semakin lihai menata, dan diasah untuk semakin peka akan kasih sayangNya, sehingga apapun…semua menjadi tampak indah karena berada di balik iradahNya, semoga kita menjadi bagian dari orang2 yang selalu bisa memetik pembelajaran di setiap peristiwa…

Teruntuk calon suamiku dimana pun engkau berada, siapapun dirimu, bagaimanapun dirimu, baik kini aku telah mengenalmu atau pun belum, baik engkau dan aku dipertemukan di dunia ini ataukah di surga nanti,semoga Allah mencipta keikhlasan dalam diri kita dan kesabaran yang tak berbatas untuk dapat menerima dan melengkapi satu sama lain…

aku merasa begitu penting kau kusebutkan tuk jadi bagian dari lembaran2 doa ini, karena engkaulah nanti yang menggeser posisi prioritas ketaatanku terhadap kedua orangtuaku, engkaulah nanti yang kupatuhi perintahmu sebelum mereka, engkaulah yang kan menjadi imam dan sahabatku dalam mengarungi warna-warna Allah selanjutnya,,,di tanganmu lah surga dan nerakaku kan berada…

Semoga Allah senantiasa Melindungimu dari kedurhakaan atasNya

Semoga Allah senantiasa Menjauhkan dirimu di setiap desah napasmu dari segala goda dan bujuk rayu dunia yang melena dan senantiasa Menjaga keshalihan dan keistiqamahanmu di jalanNya,,,

Semoga Allah Melapangkan setiap perkaramu dan Menentramkanmu dari segala kegelisahan,

Semoga Allah Meluaskan rizkimu dari segala penjuru dan Menghalalkan setiap milikmu

Semoga doa-doaku untukmu setiap harinya tersampaikan padamu dan diridhaiNya…

Dan Semoga Allah segera Mempertemukanku denganmu(he2..he2..wah permintaan yang sangat emosional neh…)

Ya Allah sungguh Engkau Mengetahui bahwa seluruh hati ini telah bersatu padu dalam cinta padaMu, bertemu dalam ketaatan padaMu, dan bersatu dalam dakwahMu, telah bersumpah setia tuk membela syariatMu,maka Kokohkanlah Ya Allah ikatannya, dan abadikanlah kemesraannya, tunjukilah jalan2nya,dan penuhilah hati kami dengan cahayaMu yang tak pernah padam, lapangkanlah dada kami dengan curahan iman padaMu, dan indahnya tawakkal padaMu, hidupkanlah hati kami dengan ma’rifatMu, dan matikanlah kami sebagai syuhada’ di jalanMu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baiknya Penolong dan Pelindung. Kabulkanlah Ya Allah. Dan semoga Engkau Bershalawat bagi pemimpin kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya, Sampaikanlah salam…

Wahai diriku,

Tak perlu cemas betapa gelapnya hari yang lalu, tak perlu gundah betapa hina waktu yang telah lewat, karena semua telah menjadi masa lalu dan tak akan pernah kembali lagi,yang terpenting adalah bagaimana kita jadikan hari ini adalah hari yang terbaik dalam hidup kita, menghadiahkan kualitas ibadah terbaik untuk Allah Tercinta, Senantiasa Memperbaiki diri setiap salah melanda, Menebar senyum terindah pada sesama, Mendayagunakan diri seluas2nya bagi sekeliling kita, dan seterusnya…

Terus seperti itu sehingga setiap harinya adalah hari yang terbaik di sisa usia kita…

Mengapa harus resah, sedangkan Allah Maha Penerima taubat…

Mengapa harus gelisah, sedangkan Allah Maha Pengampun dosa2 semuanya lagi Maha Luas kasihsayangNya…

Mengapa harus begitu sibuk dengan dunia yang fana, sedang kebahagiaan yang tak pernah lekang hanya ada di akhirat

sana

Mari akhiri proses ini dengan akhir yang indah,karena hakikat manusia adalah kembali ke pangkuanNya, kita tak pernah punya pilihan lain…

Selamat hari lahir

semoga selalu menjadi pendar sinar yang damaikan setiap hati di sekelilingmu….

Semoga hari-harimu selalu berkah dan menyenangkan…

Semoga warna-warna mu semakin mempesona dan bermakna…

Semoga Allah semakin Mengasihimu setiap detiknya…

Semoga Allah…Semoga Allah…Semoga Allah…Allah…Allah…Allah…

Comments (1)

DiBaYaR KoNtaN

cerita ini aku dapet dari buku adekku yang kelas dua SD,katanya dia dikasih mbak2 yang ada di bank BNI waktu ngikut ibu,he2,,he2…aku publish dengan sedikit tambahan.semoga bermanfaat…!

Seorang pemuda baru saja menyelesaikan kuliahnya dan tinggal menunggu saat wisuda. Beberapa bulan ini ia ingin sekali memiliki mobil sport yang selalu dilihatnya di show room mobil mewah dekat kampusnya. Yakin bahwa ayahnya mampu, ia mengatakan kepada ayahnya bahwa satu-satunya yang ia inginkan adalah mobil sport itu.
Hari wisuda pun tiba,dengan was-was ia memperhatikan apakah ada tanda-tanda ayahnya telah membeli mobil sport yang diinginkan. Akhirnya di pagi hari sebelum berangkat untuk wisuda, sang ayah memanggil dan menyuruhnya masuk ke ruang kerja. Ayahnya mengatakan bahwa ia sangat bangga dan sangat mencintainya sambil memberikan sebuah bingkisan yang terbungkus rapih dan diikat dengan pita indah.
pemuda itu membukanya cepat-cepat, namun kemudian ia sangat kecewa ketika mengetahui apa isinya, di dalamnya terdapat sebuah Al-Quran dg sampul kulit yang sangat indah. Dengan marah dan suara yang tinggi dia membentak ayahnya; “dengan uangmu yang melimpah ruah itu, ayah hanya memberi hadiah sebuah Al-Quran?” lalu ia berlari keluar rumah dan mengabaikan kitab suci hadiah dari ayahnya.
Sejak itu ia tak pernah lagi menghubungi ayahnya. Tahun demi tahun berlalu, sang pemuda sudah berhasil dalam usahanya. Dia telah berkeluarga dan mempunyai rumah yang bagus. Suatu hari ia teringat akan ayahnya yang tentunya sudah tua, dan berpikir akan menemuinya.terakhir kali melihat ayahnya adalah saat sebelum wisuda, sesudah itu jangankan menengoknya, mengirim surat pun tidak.
Namun sebelum rencana itu terlaksana, ia menerima telegram bahwa ayahnya telah meninggal dunia dan mewariskan seluruh kekayaan kepadanya. Dia pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah orang tuanya untuk mengurus segalanya. Sampai di rumah tempat dia dibesarkan, rasa sedih dan penyesalan yang mendalam bercampur baur di dalam dada. Ketika mulai membereskan surat-surat penting di meja ayahnya, dilihatnya kitab suci Al-Quran hadiah dari almarhum ayahnya masih berada di tempat yang sama ketika dia meletakkan di meja dan lari keluar rumah pada saat itu.
Dengan berlinang air mata diambilnya kitab suci itu dan dibukanya lembar demi lembar. Tiba-tiba sebuah amplop yang tadinya diselipkan di dalam kitab itu jatuh ke lantai.ketika dibuka, isinya adalah sebuah kunci mobil sport dan kwitansi dari showroom mobil mewah dekat kampusnya dulu. Di kwitansi tertulis;DIBAYAR KONTAN,tertanggal sehari sebelum hari wisudanya waktu itu.
……berapa kali kita kehilangan rahmat Allah karena mereka datang tidak dalam bingkisan seperti yang kita harapkan…..

Leave a Comment

LaTeLy,,,

1 Juli 2006

Kala Kumasuki pintu tiga puluh

Sebelum waktu mulai memenggal bilangan hidupku

Siapa pula yang berani berdamai dengan lalu

Mengiris tiap serat di antara jejaring air lakrima

Kosong meniti jelaga yang bergumul di dalamnya dangau bisu

Bisa apa?

Bahkan peluh yang mengkristal pun tak lagi menawar keasinan

Gemerecik berbisik menganiaya rangkai lekuknya

Keterasingan mulai meng-alpa menyeret percaya yang tersisa

Seperti biru dengan langit

Seperti malam dengan kelam

Batas kedunguan meng-abstrak di setiap jejak

Tergopoh mencari pembenaran usang

Seirama bara yang mulai mematah mencipta arang

Tapi tatap nyinyir tetap waspada lagi terjaga

Runtuh serbuk rama-rama memecah hening

Dindingnya terpekur mengacungkan sababahnya

Menertawakan abu-abu diantara putih dan hitam

Mendeskritkan buih tak bertenaga menyambangi pijak

Picing limbus terkekeh dibalik alang

Menyerapahi gilasan lesung bernyanyi setiap fajarnya

Lalu siapa yang bodoh?

Yang terbodohi atau yang membodohi?

Si Pendikte atau Sang Terdikte?

Bahkan riuh gemuruh tak mampu mengangkat sauh

Tercekat bronchi yang kehilangan elastisitasnya

Mengulum bahasa yang takkan pernah terlahir jua

Aku tergugu menyoroti lelakon ini

Entah layak ada tawa,seringai atau duktus terperas

Ragam menitik dibalik jeruji Sang Sutradara

Menyapa lembut filsuf cinta yang belum juga dianggap cinta

Mendenting jiwa yang layak terdenting

Merampas eksistensi otak yang seharusnya menjadi otak

Gamang.

Semoga masih ada cahya menyemburat pula terlihat

Menyekap stoma yang meratap dengan pipit yang menggantinya

Cukup.

Kurasa sudah cukup,Tidak.

Tidak kan pernah cukup…

Leave a Comment

mY ReFLeCtiOn

Look at me

You may think you see

Who I really am

But you’ll never know me

Every day

It’s as if I play a part

Now I see

If I wear a mask

I can fool the world

But I cannot fool my heart

Who is that girl I see

Staring straight back at me?

When will my reflection show

Who I am inside?

I am now

In a world where I

Have to hide my heart

And what I believe in

But somehow

I will show the world

What’s inside my heart

And be loved for who I am

Who is that girl I see

Staring straight back at me?

Why is my reflection

Someone I don’t know?

Must I pretend that I’m

Someone else for all time?

When will my reflection show

Who I am inside?

There’s a heart that must be

Free to fly

That burns with a need to know

The reason why

Why must we all conceal

What we think, how we feel?

Must there be a secret me

I’m forced to hide?

I won’t pretend that I’m

Someone else for all time

When will my reflection show

Who I am inside?

Leave a Comment

aTaS naMa AllaH YaNg MeNcinTaimU…

Bismillahirrahman… bismillahirrahim…
Wa bismillahilladzii Yahfadzu ‘abdahul mahbuub min hamazaatisysyayaathiin…
Atas nama Allah Yang Maha Luas KasihNya lagi Agung kuasaNya…
Atas nama Allah Yang Senantiasa Melindungi hamba-hamba shalih yang dicintaiNya…
Atas nama Allah Yang penuh cinta dan romansa kerinduan pada ratapan hamba yang berdoa…
Atas nama Allah Yang Mencintaimu, aku ingin berkata…
Jangan bersedih sahabat…
Takkan luput kita dari segala bentuk khilaf dan lupa karena memang begitulah adanya manusia…
Takkan lepas kita dari debu dan pasir yang sesekali mengotori, karena memang begitulah sunahNya…
Atas nama Allah Yang begitu Sayang kepadamu, aku ingin berkata…
Jangan sekali-kali berputus asa dengan debu yang menoda itu sahabat…
Terseret,terjatuh,dan terjerembab itu tak mengapa,
asal keyakinan untuk bangkit dan kembali mengatur langkah pada arah yang benar tetap terpatri di jasad ini,
semua adalah bagian dari proses…
yang semoga tak padam semangat kita untuk senantiasa berikhtiar karenanya
dan tak jua pernah lelah memperbaharui taubat dan memperbaiki diri…
Atas nama Allah Yang demikian dalam rinduNya padamu, aku ingin berkata…
Boleh merasa hina karena memang dari hal yang demikianlah kita dicipta
tapi kemudian jangan terlampau berduka karenanya…
bukankah dengan adanya noktah itu lalu kau memperdalam sujudmu dan tersungkur malu…
bukankah dengan adanya remah itu lantas kau meratap dan mengais ampun dalam doamu…
Atas nama Allah Yang amat sangat Mengasihimu, aku ingin berkata…
Tidakkah kau sadari bahwa ada cinta bagimu di dalamnya…
Dia Menginginkanmu mengadu…
Dia Merindukanmu merajuk…
Dan dengan seizinNya serta merta Dia kan segera Mengampunimu
Allah saja Yang Maha Tak Terhingga KebesaranNya Memakluminya, apalagi kita yang hanya makhluk lemah dan tiada daya…
Atas nama Allah Yang Luar Biasa cinta kepadamu, aku ingin berkata…
semoga Allah selalu Menjaga hati ini dari kelalaian duniawi
dan Mengingatkan saat lengah dan mulai melampaui batasNya…
semoga Allah Menjadikan jalan yang dilalui tetap suci
semoga takkan DibiarkanNya ternoda oleh remeh yang kan meracuni
adapun jika noda itu menitik…semoga Berkenan Dia untuk Menuntun untuk menghapusnya…
semoga ridhaNya tetap menaungi tanpa henti…
semoga cintaNya tak pernah luruh menyelimuti…
menghibur diri yang sungguh rindu berat padaNya…
rindu berat hingga hati ini sekarat…
sekarat karena keras bertahan diantara pergumulan hebat antara syahwat dan syari’at…
demi agar bertemu denganNya,
menyapa wajahNya,
dan luruh dalam kasihNya…
siapakah yang bisa menyembuhkan kesakitanmu sahabat?
Bukankah hanya Allah melalui ikhtiarmu sendiri,,
Tiada makhluk yang bisa menyanggahmu,bukan juga aku,,
tersenyumlah duhai sahabat…
percayalah…kau tidak seburuk itu,,,
jangan sekali-kali putus asa dengan dirimu sendiri…
karena Allah tlah Menciptamu dengan segala kurang dan lebihmu…
Atas nama Allah Yang Mencintaimu, aku ingin berkata…
Jangan bersedih sahabat,sesungguhnya Allah Bersama kita…

Leave a Comment

di BaTaS RiNdU daN KeNdaLi

Riak riak rasa itu mulai menggoda,,,
Membuncah paksa dinding tipis yg terbentang diantara takwa dan hasrat,,,
Rayuan itu mulai menggelayuti mimpi,,,
Menangkap celah lemah di perbatasan rindu dan keikhlasan,,,
Tolonglah…
Hampir saja relung ini tak kuasa mengendalikan,,
Nyaris saja resah ini tak mampu lagi berkompromi,,,
Terkudeta oleh perasaan yang mengungkungi alasan dan pikiran,,,
Bujukannya begitu manis
Rinai yang tercurah begitu indah
Sejenak keinginan itu amatlah kukuh mengajak
Tapi,, seperti ada rasa tercabik ketika tiba saja sebuah ruang terpesona oleh lalainya,,
Mengabariku bahwa ada yang salah dengan arahku
Oh gerangan apakah mula dari gundah ini,,,
Duhai jiwa perindu nur ilahi,, yang senantiasa ingin kujaga sepenuh hati,,
Pejamlah sejenak kedua inderamu…
Hempaslah sekejap letih itu…
Rasakanlah…
Rasakanlah dengan hatimu,,,bagaimana kasihNya merasuk…
Menyesap,, menyeruak di setiap celah dalam dirimu…
Apakah tak kau tangkap isyaratNya…
Seberapa bebalkah kalbumu hingga tak mampu menyingkap rindu yang disampaikanNya…
Dengarkanlah…
Dengarkanlah senandung lembut itu,,,
Sebuah ujian cintaNya bagimu sayang…
Ujian atas ikrar yang tlah kau ucap jauh sebelum rahim bunda menghantarmu menelisik dunia…
Ujian pembuktianmu…
Seberapa tinggi kesetiaan cintamu padaNya sayang…
Seberapa luas kadar penyerahan dirimu padaNya…
Seberapa besar keyakinan dirimu untuk menggantungkan jiwa ragamu,,,sepenuhnya,,, hanya padaNya semata,,,
Seberapa kuat kepasrahanmu untuk menjadikanNya sebagai Penentu arah setiap langkah yang kan menghantarmu ke peraduan nantinya…
Seberapakah…
Seberapakah sayang…
Laluilah semua ini dengan ketegaran dan kekokohan hatimu,,,
Jalanilah penantian ini dengan kemurnian yang semestinya,,,
Jangan sekali pun kau nodai dengan remehnya debur yang menggodamu,,,
Lihatlah bagaimana Dia Mencintamu dengan caraNya
Bertahanlah,,,pasrahkanlah,,,dan bergantunglah hanya padaNya,,,
Lalu akhirilah semua ini dengan akhir yang indah,,,
Akhir yang Allah Kehendaki,,,
Akhir yang Telah Allah Gariskan untukmu,,
Sebaik-baiknya akhir yang Allah jadikan bagimu,,,
Akhir yang apapun akhirnya
Semoga Kan selalu membuatmu bersyukur
Dan mengajarimu untuk mengerti
Betapa AnugerahNya begitu meruah dengan indahnya

Leave a Comment

tHiS iS HiS oWn WaY,DeaR..

Wahai…
Hati yang lemah dan rentan berpaling ini…
Tak sadarkah jiwamu mudah sekali ternoda,
Terayu bujuk duniawi yang menyilap mata…
Duhai,,,
Tak kah kau rasakan lara,,
Lara merindu kebeningan diri yang tak jua menyapa,
Hingga mana kau biarkan titik hitam itu mulai menggunung menyelimuti…
Tak kah pula kau dengar rintih ini,,
Rintih lelah oleh permainan jiwa dan perasaan…
Betapa batas goda itu samar dan tak kasat mata,,
Batas yang justru dimulai dari hatimu sendiri…
Tak sanggupkah kau atur kendali itu,,
Tak kuasakah kau sedikit tegas dengan dirimu sendiri,,,
Tak mampukah kau menjadi pentitah indah bagi jiwamu sendiri…
Kumohon wahai hatiku…tariklah erat pelana itu…
Agar tak kau berikan sedikitpun kesempatan,,
Untuk serahkan diri pada nafsumu sekejap mata pun..
Wahai diriku,,,yang sangat kusayangi,,,
Sejenak…Rasa yang indah itu memang sangat menggoda…
Sekilas…kilaunya amat sangat memikat jiwa,,
Namun Bukankah,,, sangat kau pahami,
Itu hanya akan meracuni jika tak kau bijaki
jangan kau hinakan dirimu dengan mengabdi padanya,,,
lebih lagi jika kau bawa jiwa lain ikut terjebak kedalamnya…
Jangan…
Kumohon jangan…
Bersabarlah…
Kuasailah…dan biarkan waktu yang akan menjawabnya…
Kau tahu semua punya masanya sendiri…
Tinta telah mengering dan lembaran telah dilipat,,,
Allah telah Menuliskan keindahanmu jauh-jauh hari,,,
Dan kau akan menemuinya,,, dengan sendirinya,
Tak perlu seperti yang kau minta…
Tapi sesuai apa yang Allah Punya untukmu,
karena itulah yang terbaik, dan akan selalu menjadi yang terbaik…
bukankah seperti itu yang kau yakini… apakah kau melupakan itu wahai diriku yang kusayangi…
siapakah yang bisa menyembuhkan kesakitanmu?
Bukankah hanya Allah melalui ikhtiarmu sendiri,,
Tiada makhluk yang bisa menopangmu,,
tersenyumlah duhai diriku…
percayalah…kau tidak seburuk itu,,,
janganlah putus asa dengan kerikil yang menyandungmu…
karena Allah tlah Menciptamu dengan segala kurang dan lebihmu…
He Has His Own Way to Give you the best…

Leave a Comment